{"id":264,"date":"2026-01-26T01:01:15","date_gmt":"2026-01-26T01:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/spectrom.co.id\/?p=264"},"modified":"2026-01-26T01:01:15","modified_gmt":"2026-01-26T01:01:15","slug":"peneliti-brin-teliti-kulit-manggis-sebagai-kandidat-terapi-kanker-payudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/2026\/01\/26\/peneliti-brin-teliti-kulit-manggis-sebagai-kandidat-terapi-kanker-payudara\/","title":{"rendered":"Peneliti BRIN Teliti Kulit Manggis sebagai Kandidat Terapi Kanker Payudara"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"266\" data-end=\"548\"><strong><a href=\"https:\/\/spectrom.co.id\/\">Spectrom.co.id<\/a><\/strong> &#8211; Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan potensi kulit manggis sebagai terapi alternatif kanker payudara. Riset ini membuka peluang besar pemanfaatan bahan alami lokal untuk mendukung pengobatan kanker yang selama ini bergantung pada obat sintetis.<\/p>\n<h2 data-start=\"550\" data-end=\"620\"><strong data-start=\"553\" data-end=\"620\">Senyawa Turunan Kulit Manggis Dikembangkan Jadi Kandidat Terapi<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"622\" data-end=\"924\">Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PRTRRB) BRIN, <strong data-start=\"728\" data-end=\"745\">Isti Daruwati<\/strong>, mengembangkan senyawa turunan alfa-mangostin yang diberi nama <strong data-start=\"809\" data-end=\"818\">AMB10<\/strong>. Senyawa ini berasal dari kulit buah manggis dan sedang diteliti sebagai kandidat terapi kanker payudara.<\/p>\n<p data-start=\"926\" data-end=\"1131\">Penelitian tersebut dilakukan bersama Universitas Perjuangan Tasikmalaya dan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Fokus riset ini diarahkan pada kanker payudara yang sensitif terhadap hormon estrogen.<\/p>\n<h2 data-start=\"1133\" data-end=\"1189\"><strong data-start=\"1136\" data-end=\"1189\">Target Kanker Payudara Tergantung Hormon Estrogen<\/strong><\/h2>\n<h3 data-start=\"1191\" data-end=\"1235\"><strong data-start=\"1195\" data-end=\"1235\">Kanker ER-Positif Jadi Sasaran Utama<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1237\" data-end=\"1470\">Sekitar 75 persen kasus kanker payudara termasuk jenis <strong data-start=\"1292\" data-end=\"1306\">ER-positif<\/strong>, yaitu kanker yang pertumbuhannya dipicu oleh hormon estrogen. Pada kondisi ini, hormon estrogen menempel pada reseptor sel kanker dan mempercepat perkembangannya.<\/p>\n<p data-start=\"1472\" data-end=\"1722\">Biasanya, terapi yang digunakan adalah <strong data-start=\"1511\" data-end=\"1525\">tamoksifen<\/strong>, obat yang bekerja menghambat estrogen agar tidak menempel pada reseptor sel kanker. Menariknya, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa struktur kimia AMB10 memiliki kemiripan dengan tamoksifen.<\/p>\n<h3 data-start=\"1724\" data-end=\"1776\"><strong data-start=\"1728\" data-end=\"1776\">Dikembangkan sebagai Radiofarmaka Teranostik<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1778\" data-end=\"2017\">AMB10 kemudian diberi label radioaktif <strong data-start=\"1817\" data-end=\"1838\">Iodin-131 (I-131)<\/strong>, yang diproduksi dari Reaktor Serbaguna G.A. Siwabessy. Proses ini menghasilkan senyawa radiofarmaka dengan kemurnian tinggi yang mampu mendeteksi sekaligus mengobati sel kanker.<\/p>\n<p data-start=\"2019\" data-end=\"2231\">Pengujian laboratorium menunjukkan senyawa ini terakumulasi lebih banyak pada sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen, sehingga berpotensi menjadi <strong data-start=\"2178\" data-end=\"2197\">obat teranostik<\/strong> (terapi dan diagnosis sekaligus).<\/p>\n<h2 data-start=\"2233\" data-end=\"2290\"><strong data-start=\"2236\" data-end=\"2290\">Harapan Besar untuk Pengobatan Kanker di Indonesia<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2292\" data-end=\"2574\">Isti berharap riset yang didanai LPDP Kementerian Keuangan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan terapi kanker payudara berbasis bahan alam Indonesia. Senyawa AMB10 dinilai menjanjikan untuk dikembangkan menjadi obat radioaktif yang lebih terjangkau di masa depan.<\/p>\n<h2 data-start=\"2581\" data-end=\"2643\"><strong data-start=\"2584\" data-end=\"2643\">Kanker Payudara Masih Jadi Kasus Terbanyak di Indonesia<\/strong><\/h2>\n<h3 data-start=\"2645\" data-end=\"2679\"><strong data-start=\"2649\" data-end=\"2679\">Data Kasus Kanker Payudara<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2681\" data-end=\"2894\">Menurut <strong data-start=\"2689\" data-end=\"2724\">Global Cancer Observatory (GCO)<\/strong>, kanker payudara menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia pada 2022, mencapai <strong data-start=\"2826\" data-end=\"2842\">66.271 kasus<\/strong> dan menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker.<\/p>\n<p data-start=\"2896\" data-end=\"3027\">Kanker ini umumnya berkembang di saluran susu atau lobulus payudara, dan dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik atau mamografi.<\/p>\n<h3 data-start=\"3029\" data-end=\"3065\"><strong data-start=\"3033\" data-end=\"3065\">Faktor Risiko dan Pencegahan<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3067\" data-end=\"3118\">Beberapa faktor risiko kanker payudara antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"3119\" data-end=\"3233\">\n<li data-start=\"3119\" data-end=\"3135\">\n<p data-start=\"3121\" data-end=\"3135\">Usia bertambah<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3136\" data-end=\"3154\">\n<p data-start=\"3138\" data-end=\"3154\">Riwayat keluarga<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3155\" data-end=\"3187\">\n<p data-start=\"3157\" data-end=\"3187\">Mutasi genetik (BRCA1 &amp; BRCA2)<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3188\" data-end=\"3205\">\n<p data-start=\"3190\" data-end=\"3205\">Faktor hormonal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3206\" data-end=\"3233\">\n<p data-start=\"3208\" data-end=\"3233\">Riwayat kanker sebelumnya<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3235\" data-end=\"3276\">Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui:<\/p>\n<ul data-start=\"3277\" data-end=\"3407\">\n<li data-start=\"3277\" data-end=\"3313\">\n<p data-start=\"3279\" data-end=\"3313\">Deteksi dini dan pemeriksaan rutin<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3314\" data-end=\"3332\">\n<p data-start=\"3316\" data-end=\"3332\">Gaya hidup sehat<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3333\" data-end=\"3375\">\n<p data-start=\"3335\" data-end=\"3375\">Pola makan seimbang dan olahraga teratur<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3376\" data-end=\"3407\">\n<p data-start=\"3378\" data-end=\"3407\">Menghindari rokok dan alkohol<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3414\" data-end=\"3571\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan berkembangnya riset seperti yang dilakukan BRIN, diharapkan pengobatan kanker payudara di Indonesia semakin mandiri dan berbasis inovasi dalam negeri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Spectrom.co.id &#8211; Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","fifu_image_url":"https:\/\/spectrom.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/091144700_1689642201-mangosteen-thai-popular-fruits-tropical-fruit-with-sweet-juicy-white-segments-flesh-inside-thick-reddish-brown-rind.jpg","fifu_image_alt":"Sumber foto : Liputan6.com","footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesehatan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":266,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264\/revisions\/266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=264"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/spectrom.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}