
Spectrom.co.id – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat segera terwujud. Ia menyebut peluang penghentian konflik kedua negara bisa terjadi dalam 24 jam ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio saat melakukan kunjungan kerja ke India. Menurutnya, proses negosiasi masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Pembicaraan Damai Disebut Masuk Tahap Sensitif
Rubio mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada sejumlah pembahasan penting yang terus dilakukan oleh kedua pihak. Ia juga membuka kemungkinan adanya pengumuman resmi terkait kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Kehadiran Jenderal Pakistan dan Trump Picu Spekulasi
Munculnya optimisme tersebut bertepatan dengan kedatangan pejabat militer senior Pakistan ke Iran untuk memperkuat upaya mediasi. Di saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump memilih tetap berada di Washington dan membatalkan agenda pribadi keluarganya.
Dua peristiwa tersebut memicu dugaan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Teheran telah memasuki fase penting.
AS Tetap Dorong Solusi Diplomatik dengan Iran
Dalam keterangannya, Rubio kembali menegaskan bahwa pemerintahan AS menginginkan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan perundingan damai.
Menurutnya, Presiden Donald Trump lebih mengutamakan solusi yang dicapai lewat kesepakatan dibandingkan eskalasi konflik militer.
AS Ajukan Sejumlah Tuntutan kepada Iran
Meski pembicaraan berjalan positif, Amerika Serikat tetap mengajukan beberapa syarat kepada Iran. Salah satunya terkait pembukaan penuh Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi perhatian dunia internasional akibat meningkatnya ketegangan kawasan.
Selain itu, AS juga meminta Iran menyerahkan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi sebagai bagian dari upaya meredakan konflik dan menjaga stabilitas regional.
Dunia Menanti Kepastian Kesepakatan Perdamaian
Perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kini menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak berharap pembicaraan tersebut benar-benar menghasilkan kesepakatan damai yang mampu menghentikan ketegangan dan mencegah konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.








