Spectrom.co.id – Proses pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diperkirakan membutuhkan waktu panjang. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut, rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan fungsi layanan publik tidak bisa dilakukan secara instan dan diproyeksikan selesai dalam rentang dua hingga tiga tahun.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan kembali infrastruktur vital memerlukan tahapan teknis yang kompleks, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan hingga penataan kembali sistem sumber daya air. Menurutnya, skenario tercepat pemulihan dapat tercapai dalam dua tahun, namun pemerintah menyiapkan rencana kerja hingga tiga tahun untuk memastikan hasil yang berkelanjutan.
“Pekerjaan fisik seperti jalan, jembatan, dan pengendalian air memang membutuhkan waktu. Karena itu, kami menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah selama tiga tahun,” ujar Dody di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Infrastruktur Jadi Fokus Utama Pemulihan
Kementerian PU saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas, terutama jalur nasional yang terdampak parah akibat bencana. Beberapa proyek besar yang tengah ditangani meliputi pembangunan sabo dam untuk pengendalian sedimentasi, penanganan ruas Tarutung–Sibolga, serta pemulihan Jalan Tol Lembah Anai yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun.
Selain itu, upaya pemulihan juga difokuskan pada penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah membangun 66 sumur bor air baku yang tersebar di tiga provinsi, sebagai langkah cepat menjaga ketersediaan air minum.
66 Sumur Bor Dibangun untuk Air Bersih
Dari total 66 titik sumur bor, hingga pertengahan Januari 2026 sebanyak 8 lokasi telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat, sementara sisanya masih dalam proses pengeboran. Sumur-sumur tersebut dibangun di area strategis seperti masjid, sekolah, puskesmas, pasar, rumah sakit, dan kawasan permukiman.
Sumur bor yang digunakan merupakan sumur air dalam dengan kedalaman rata-rata 100 meter. Teknologi pengeboran dilakukan secara teknis lengkap dengan uji debit dan kualitas air, sehingga mampu menghasilkan lebih dari 2 liter air per detik. Setiap unit juga dilengkapi pompa listrik, toren air, serta hidran umum untuk distribusi.
Jembatan dan Jalur Nasional Mulai Dipulihkan
Di Sumatera Barat, Kementerian PU melakukan inspeksi menyeluruh pada Jembatan Kembar Margayasa di jalur Padang–Bukittinggi, yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi dan logistik. Hasil pemeriksaan menunjukkan struktur jembatan masih aman, meski penguatan tebing Sungai Batang Anai dan perlindungan oprit jembatan tetap dilakukan.
Saat ini, lalu lintas sudah kembali dibuka secara terbatas dengan pengawasan ketat. Pemerintah menegaskan seluruh langkah pemulihan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian demi keselamatan masyarakat.
Dengan berbagai proyek strategis yang berjalan paralel, pemerintah berharap pemulihan wilayah Sumatera pascabencana tidak hanya memulihkan kondisi sebelumnya, tetapi juga membangun infrastruktur yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
