Spectrom.co.id – Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berinisial J, akhirnya diamankan aparat kepolisian setelah aksinya diduga menganiaya sejumlah pegawai SPBU viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, J diamankan petugas di kediamannya di wilayah Kecamatan Parengan pada Senin malam (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Penangkapan dilakukan setelah video insiden tersebut ramai diperbincangkan publik.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, membenarkan adanya pengamanan terhadap terduga pelaku. Ia menyebutkan bahwa J masih dalam perjalanan menuju Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, yang bersangkutan sudah diamankan. Saat ini masih dalam perjalanan ke Polres untuk proses pemeriksaan,” ujar Bobby saat dikonfirmasi.
Kronologi Awal Penganiayaan Terekam CCTV
Insiden Terjadi di SPBU Parangbatu
Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di sebuah SPBU yang berada di Jalan Cokrokusumo, jalur Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Tuban, pada Sabtu malam (7/2/2026).
Aksi J terekam kamera pengawas (CCTV) SPBU dan menunjukkan dugaan tindak kekerasan terhadap empat orang pegawai SPBU. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.
Dalam narasi video yang beredar, J disebut merupakan staf Kecamatan Parengan yang bertugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) serta diketahui juga berperan sebagai sopir pribadi camat setempat.
Polisi Masih Dalami Motif dan Peran Pelaku
Hasil Pemeriksaan Akan Disampaikan
AKP Bobby Wirawan menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci motif maupun kronologi lengkap kejadian. Seluruhnya akan disampaikan setelah proses pemeriksaan terhadap pelaku selesai dilakukan.
“Motif dan detail peristiwa akan kami jelaskan setelah pemeriksaan rampung,” tegasnya.
Saat ini, polisi fokus mengumpulkan keterangan dari pelaku, korban, serta saksi untuk memastikan duduk perkara secara utuh. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan oknum ASN dan terekam jelas dalam rekaman CCTV.
