BeritaNasional

Kisah Haru Lansia di Jakarta Utara yang Dikira Jukir Liar, Ternyata Pensiunan Guru

92
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Spectrom.co.id – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan seorang pria lanjut usia yang diusir dan dituding sebagai juru parkir liar di kawasan Jakarta Utara. Peristiwa tersebut terjadi di depan Masjid Al Araf, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing.

Dalam rekaman itu, pria lansia tersebut tampak diminta pergi oleh seorang penjual bakso karena diduga meminta uang parkir di area usaha. Video tersebut langsung menuai perhatian publik dan memicu berbagai reaksi warganet.

Polisi Lakukan Klarifikasi atas Video Viral

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Cilincing, Aiptu Sudarmanto, mendatangi pria lansia itu pada Senin (9/2/2026) untuk melakukan klarifikasi langsung.

Terungkap Identitas Asli, Bukan Jukir Liar

Hasil penelusuran polisi mengungkap bahwa pria lansia tersebut bernama Candra Harahap, seorang pensiunan guru, bukan juru parkir liar seperti yang dituduhkan.

“Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan adalah seorang pensiunan guru,” ujar Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri, Selasa (10/2/2026).

Hidup Sulit, Sehari-hari Memulung Rongsokan

Dalam pertemuan dengan polisi, Candra menceritakan kondisi hidupnya yang serba kekurangan. Ia ditemui aparat saat sedang mengumpulkan barang bekas di wilayah RT 03 RW 01 Kelurahan Sukapura.

Dana Pensiun Diduga Hilang karena Penipuan

Candra mengungkapkan bahwa surat keputusan (SK) pensiunnya pernah dijadikan jaminan. Namun, dana yang seharusnya diterima sekitar Rp 300 juta diduga tidak pernah ia dapatkan karena menjadi korban penipuan.

Ia mengaku tidak memiliki penghasilan tetap dan terpaksa bekerja apa saja demi bertahan hidup.

“Pendapatan dari memulung tidak menentu. Anak ada tiga, tapi tidak ada yang peduli. Yang penting bisa makan,” tuturnya lirih.

Tegas Membantah Tuduhan Meminta Uang Parkir

Candra membantah keras tudingan sebagai jukir liar. Ia menegaskan hanya duduk beristirahat di sekitar lokasi, tanpa pernah mengatur atau menarik parkir kendaraan.

“Saya cuma duduk saja, tidak pernah markirin kendaraan. Bisa tanya orang sekitar,” ucapnya.

Tinggal Sendiri di Kontrakan Sederhana

Saat ini, Candra hidup seorang diri dan tidak lagi tinggal bersama anak-anaknya. Ia menempati sebuah kontrakan kecil di lantai dua kawasan padat penduduk Tipar Cakung.

Biaya Kontrakan Rp 250 Ribu per Bulan

Kontrakan tersebut berisi tumpukan kardus dan karung plastik berisi barang-barang bekas hasil memulung.

“Saya tinggal sendiri, kontrak sebulan Rp 250 ribu,” kata Candra.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan kenyataan, sekaligus mengetuk empati masyarakat terhadap kondisi lansia yang hidup dalam keterbatasan.

Exit mobile version