BeritaInternasional

Trump Desak Pengampunan Netanyahu, Kritik Presiden Israel Dinilai Terlalu Keras

110
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Spectrom.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam kepada Presiden Israel Isaac Herzog karena menolak memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi perkara hukum terkait dugaan suap.

Trump menyebut sikap Herzog sebagai tindakan yang tidak pantas, terutama mengingat peran Netanyahu dalam memimpin Israel di masa konflik.

Trump Nilai Netanyahu Layak Dapat Pengampunan

Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (12/2) waktu setempat, Trump memuji Netanyahu sebagai figur pemimpin yang tampil menonjol di tengah situasi perang. Ia menyayangkan keputusan Herzog yang tidak menggunakan kewenangannya untuk memberikan pengampunan presiden.

Trump bahkan menyatakan bahwa penolakan tersebut mencoreng wibawa kepresidenan Israel dan seharusnya memicu tekanan publik terhadap Herzog.

Dorongan Tekanan Publik terhadap Presiden Israel

Trump menegaskan bahwa masyarakat Israel seharusnya mendorong presidennya agar mengabulkan pengampunan bagi Netanyahu. Menurutnya, langkah itu penting untuk menjaga stabilitas politik dan menghargai kepemimpinan Netanyahu di masa krisis.

Ia menyebut keputusan Herzog sebagai sesuatu yang “memalukan” dan berulang kali menegaskan bahwa pengampunan seharusnya segera diberikan.

Pertemuan Trump dan Netanyahu di Gedung Putih

Pernyataan keras tersebut muncul sehari setelah Trump menerima Netanyahu di Gedung Putih. Pertemuan itu tercatat sebagai yang ketujuh sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kedekatan hubungan kedua pemimpin ini memperkuat sikap Trump yang secara terbuka membela Netanyahu dalam menghadapi proses hukum di negaranya.

Kasus Hukum yang Membayangi Netanyahu

Netanyahu saat ini didakwa menerima berbagai fasilitas mewah yang diduga berkaitan dengan praktik penyuapan, serta menjalin komunikasi dengan pihak media untuk memperoleh pemberitaan positif bagi pemerintahannya.

Persidangan kasus tersebut telah dimulai sejak 2020, namun kerap tertunda akibat dinamika politik dan konflik bersenjata, termasuk perang Israel di Gaza.

Permintaan Pengampunan yang Terus Disuarakan AS

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan kepada Herzog agar mempertimbangkan pemberian amnesti atau pengampunan kepada Netanyahu. Trump bahkan pernah menyampaikan usulan tersebut secara terbuka dalam pidatonya di parlemen Israel, Knesset, pada Oktober tahun lalu.

Dalam kesempatan itu, Trump meremehkan tuduhan terhadap Netanyahu dengan menyebut hadiah seperti cerutu dan sampanye bukanlah persoalan besar.

Sikap Herzog Tetap Mengacu Prosedur Hukum

Menanggapi desakan tersebut, Herzog sebelumnya menegaskan bahwa setiap permohonan pengampunan harus mengikuti mekanisme dan kajian hukum yang berlaku di Israel. Ia menekankan bahwa kewenangan presiden tidak dapat dijalankan secara sepihak tanpa proses resmi.

Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Herzog akan mengubah sikapnya terkait permintaan pengampunan bagi Netanyahu.

Exit mobile version