Spectrom.co.id – Sebuah kapal selam milik Amerika Serikat dilaporkan menembakkan torpedo yang menenggelamkan kapal perang Iran di perairan selatan Sri Lanka. Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa kapal perang Iran tersebut dihantam torpedo saat berada di perairan internasional. Ia menggambarkan operasi itu sebagai serangan bawah laut yang efektif dan menyebutnya sebagai penenggelaman kapal musuh menggunakan torpedo pertama oleh AS sejak era Perang Dunia II.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi militer Washington dalam menghadapi konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.
87 Jenazah Ditemukan, Puluhan Masih Hilang
Angkatan Laut Sri Lanka menemukan sedikitnya 87 jenazah pelaut di sekitar perairan dekat kota Galle. Selain itu, 61 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus berlangsung.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyampaikan bahwa tim penyelamat berhasil mengevakuasi 32 awak kapal dalam kondisi selamat, meski banyak di antaranya mengalami luka-luka.
IRIS Dena Tenggelam dalam Waktu Singkat
Kapal yang tenggelam diketahui merupakan fregat Iran bernama IRIS Dena. Kapal tersebut sempat mengirimkan sinyal darurat menjelang fajar, namun ketika bantuan tiba sekitar satu jam kemudian, kapal sudah sepenuhnya tenggelam dan hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada sekitar 40 kilometer di selatan Galle dan termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan Sri Lanka di Samudra Hindia.
Sri Lanka Tegaskan Sikap Netral
Pemerintah Sri Lanka menegaskan bahwa respons yang diberikan murni berdasarkan kewajiban kemanusiaan dan aturan maritim internasional. Negara tersebut tetap menjaga posisi netral di tengah ketegangan geopolitik yang berkembang.
Kapal perang Iran itu sebelumnya dilaporkan mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam, India bagian timur, sebelum insiden terjadi. Hingga kini, pihak Iran belum menyampaikan pernyataan resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut.
Keamanan Diperketat di Galle
Para korban selamat saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit Galle. Aparat kepolisian setempat meningkatkan pengamanan di sekitar fasilitas kesehatan tersebut saat para pelaut Iran yang terluka dibawa masuk.
Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka menyatakan tidak akan mempublikasikan dokumentasi proses penyelamatan karena menyangkut militer negara lain.
Konflik yang semakin meluas ini juga menjadi perhatian Sri Lanka, mengingat lebih dari satu juta warganya bekerja di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi sumber penting pemasukan devisa bagi negara tersebut setelah krisis ekonomi berat pada 2022.
