BeritaInternasional

Ancaman Trump ke NATO Jika Tak Ikut Membuka Selat Hormuz yang Diblokir Iran

111
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Spectrom.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan sekutu-sekutunya di NATO agar turut membantu membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini ditutup oleh Iran akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan media Financial Times, Trump menyampaikan bahwa masa depan NATO bisa berada dalam situasi yang tidak menguntungkan jika negara-negara anggota tidak memberikan respons terhadap situasi tersebut. Menurutnya, jalur laut strategis itu sangat penting bagi perdagangan energi dunia.

Penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu lonjakan harga minyak global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke berbagai negara.

Trump Minta Kapal Penyapu Ranjau dan Dukungan Militer

Trump menyebut dirinya berharap negara-negara Eropa dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dengan mengirim kapal penyapu ranjau serta personel militer yang mampu mengatasi ancaman keamanan di sepanjang pesisir Iran.

Menurut Trump, selama ini Amerika Serikat telah banyak membantu sekutu Barat, termasuk dalam dukungan terhadap Ukraina dalam konflik melawan Rusia. Karena itu, ia menilai kini saatnya negara-negara Eropa turut mengambil peran dalam menjaga stabilitas jalur energi internasional.

Trump menegaskan bahwa jika NATO tidak merespons atau memberikan jawaban negatif, maka hal tersebut bisa berdampak buruk terhadap hubungan dan masa depan aliansi tersebut.

Pertemuan dengan Xi Jinping Bisa Ditunda

Dalam pernyataan lain kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan Amerika Serikat juga sedang berkomunikasi dengan sekitar tujuh negara untuk mencari dukungan dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.

Trump bahkan menyatakan bahwa rencana pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing kemungkinan dapat ditunda apabila belum ada kejelasan mengenai dukungan China dalam isu tersebut.

Ia menilai banyak negara, termasuk China dan negara-negara Eropa, sangat bergantung pada pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz. Oleh karena itu, menurut Trump, negara-negara yang menikmati manfaat dari jalur tersebut seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan dan kelancaran pengiriman energi global.

Ketegangan Timur Tengah Picu Gejolak Pasar Minyak

Situasi perang yang melibatkan Iran telah menimbulkan ketidakpastian di pasar energi dunia. Dalam dua minggu terakhir, harga minyak mentah tercatat terus mengalami kenaikan karena kekhawatiran terganggunya pasokan dari kawasan Teluk.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari Timur Tengah dikirim menuju pasar global. Penutupan jalur ini berpotensi menimbulkan dampak besar bagi stabilitas ekonomi internasional.

Exit mobile version