Spectrom.co.id – Jumlah korban meninggal dunia dalam gelombang unjuk rasa antipemerintah di Iran terus meningkat. Berdasarkan laporan terbaru dari kelompok pemantau hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA), sedikitnya 2.571 orang dilaporkan tewas sejak demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai wilayah Iran.
Sebagian besar korban disebut meninggal akibat tindakan represif aparat keamanan Iran dalam merespons aksi protes yang berlangsung selama lebih dari dua pekan terakhir.
Demonstrasi Bermula dari Protes Ekonomi di Teheran
Gelombang protes bermula pada 28 Desember lalu di kawasan Grand Bazaar, Teheran. Aksi tersebut awalnya digelar oleh para pedagang dan pemilik toko yang memprotes memburuknya kondisi ekonomi nasional, termasuk anjloknya nilai tukar mata uang Rial Iran.
Dalam waktu singkat, unjuk rasa meluas ke berbagai kota dan berkembang menjadi gerakan nasional yang secara terbuka menentang pemerintahan teokratis Iran yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979. Seiring meluasnya aksi, bentrokan dan kekerasan pun semakin sering terjadi.
HRANA Rinci Korban dari Demonstrasi Iran
HRANA, yang berbasis di Amerika Serikat, menyebut telah memverifikasi kematian 2.403 demonstran. Selain itu, tercatat 147 orang yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, 12 anak di bawah usia 18 tahun, serta sembilan warga sipil non-demonstran turut menjadi korban.
Laporan HRANA disusun berdasarkan jaringan relawan di dalam Iran yang melakukan verifikasi silang terhadap setiap informasi. Kelompok ini sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak pelaporan yang akurat dalam sejumlah kerusuhan di Iran.
Pemerintah Iran Akui Ribuan Korban, Salahkan “Teroris”
Seorang pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya menyatakan sekitar 2.000 orang tewas selama gelombang protes berlangsung. Pernyataan ini menjadi pengakuan resmi pertama dari otoritas Teheran terkait total korban jiwa.
Namun, pemerintah Iran menuding kematian warga sipil dan aparat keamanan disebabkan oleh kelompok yang mereka sebut sebagai “teroris”, serta menuduh adanya campur tangan asing di balik kerusuhan tersebut.
AS Beri Dukungan pada Demonstran Iran
Situasi di Iran turut menarik perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan dukungan kepada para demonstran dan menyerukan agar aksi protes terus dilanjutkan.
Pemerintah Iran kemudian menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu instabilitas dan menghasut kerusuhan di dalam negeri.










