Spectrom.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran besar untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem sepanjang tahun 2026. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov DKI mengalokasikan dana sekitar Rp 31 miliar guna menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk menekan risiko banjir di musim hujan dan menjaga ketersediaan air saat kemarau.
Anggaran OMC Disiapkan Sepanjang Tahun
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa anggaran OMC akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional sepanjang tahun.
OMC Tak Hanya untuk Musim Hujan
Menurut Yohan, modifikasi cuaca tidak hanya difokuskan saat hujan ekstrem, tetapi juga akan diterapkan pada periode kering untuk mengatur distribusi hujan di wilayah penyangga.
“Total anggaran OMC sampai Desember 2026 sekitar Rp 31 miliar, menyesuaikan kebutuhan karena rencananya juga dilaksanakan pada musim kemarau,” ujarnya.
Di awal tahun 2026, BPBD DKI telah memulai OMC sejak 16 Januari dan direncanakan berlangsung hingga 20 Januari untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah Jakarta.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Efektivitas Operasi
Operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan pesawat CASA A-2105 yang berbasis di Bandara Halim Perdanakusuma. BPBD DKI menggandeng sejumlah instansi strategis agar pelaksanaan OMC berjalan maksimal.
BMKG, TNI AU, dan Swasta Terlibat
Pelaksanaan OMC melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan penyemaian awan dilakukan secara presisi sesuai kondisi atmosfer harian.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut bahwa OMC terbukti mampu mengurangi luas genangan di beberapa wilayah.
“Tanpa OMC, jumlah RT yang tergenang bisa jauh lebih banyak. Ini bukti OMC berperan signifikan dalam pengendalian banjir,” katanya.
Banjir Jakarta Dipastikan Sudah Surut
BPBD DKI memastikan seluruh genangan banjir yang sempat melanda Jakarta telah surut pada Senin pagi (19/1/2026). Sebelumnya, hujan deras menyebabkan 48 RT dan 29 ruas jalan tergenang air.
Pemantauan dan Peringatan Dini Tetap Dilakukan
Meski banjir telah surut, BPBD tetap mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang. Informasi resmi dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, dan akun media sosial BPBD DKI Jakarta.
Dengan penguatan strategi modifikasi cuaca, Pemprov DKI berharap dapat menjaga Jakarta lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem sepanjang 2026, sekaligus meminimalkan dampak bencana bagi warga ibu kota.










