Spectrom.co.id – Kasus kekerasan fatal menimpa seorang remaja di Bulukumba. Seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Nabil meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman brutal di SPBU Jalanjang. Aksi pengejaran hingga penusukan tersebut sempat terekam kamera CCTV dan menyebar luas di media sosial.
Kronologi Kejadian di SPBU Jalanjang
Korban Dikejar hingga Masuk Area SPBU
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat datang ke SPBU Jalanjang bersama dua rekannya dengan mengendarai sepeda motor. Tak lama kemudian, tiga orang pelaku yang juga berboncengan menggunakan motor lain terlihat mengejar korban.
Setibanya di area SPBU, korban turun dari motornya, sementara dua temannya langsung melaju keluar lokasi. Tiga pelaku pun turun dari kendaraan dan berupaya menangkap korban yang berlari ke sekitar dispenser bahan bakar.
Penusukan Terjadi di Depan Umum
Korban Sempat Berusaha Menyelamatkan Diri
Dalam situasi terkepung, korban mencoba melarikan diri ke bagian depan SPBU. Namun, pelaku langsung melakukan penyerangan. Aktivitas petugas SPBU dan pengendara lain tampak tetap berjalan, sementara insiden berlangsung sangat cepat.
Rekaman lain memperlihatkan korban sudah tergeletak di pinggir jalan depan SPBU dalam kondisi bersimbah darah. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dengan mengangkat korban ke tepi pagar SPBU dan menghentikan mobil pikap untuk membawanya ke rumah sakit.
Polisi Ungkap Detail Luka Penikaman
Enam Tusukan di Bagian Tubuh Korban
Kapolres Bulukumba Restu Wijayanto menjelaskan bahwa korban sebelumnya melintas dari arah Kota Bulukumba menuju SPBU Jalanjang. Dalam perjalanan, korban dikejar para pelaku hingga akhirnya berhenti di depan SPBU.
Menurut kepolisian, pelaku melakukan penikaman secara brutal sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Korban mengalami enam luka tusuk, terdiri dari dua tusukan di punggung, tiga di bagian bawah bokong, dan satu di bagian atas bokong.
Korban Meninggal, Pelaku Berhasil Ditangkap
Tiga Pelaku Diamankan Polisi
Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 18 Februari 2026 dini hari.
Polisi yang melakukan penyelidikan intensif akhirnya menangkap ketiga pelaku pada hari yang sama di lokasi berbeda di wilayah Bulukumba. Ketiganya diketahui berinisial Sandi (26), Yusran alias Panter, dan Hajaratul Aswad alias Torre.
Pihak kepolisian memastikan seluruh pelaku telah diamankan dan proses hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus Jadi Perhatian Publik
Peristiwa penikaman yang terjadi di ruang publik ini menimbulkan keprihatinan masyarakat. Kepolisian mengimbau warga untuk menghindari konflik dan segera melapor apabila melihat potensi tindak kekerasan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.










