BeritaInternasional

Menhan AS Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka Usai Serangan AS-Israel

85
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Spectrom.co.id – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyampaikan klaim terbaru terkait kondisi pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Ia menyebut Mojtaba kemungkinan mengalami luka serius bahkan cacat fisik setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai spekulasi mengenai kondisi Mojtaba yang belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik sejak ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret 2026.

Klaim itu juga disampaikan setelah Presiden Donald Trump menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa ia percaya Mojtaba masih hidup, namun diduga mengalami cedera akibat serangan tersebut.

Spekulasi Muncul karena Mojtaba Belum Tampil di Publik

Sejak penetapannya sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 1 Maret 2026, Mojtaba belum terlihat secara langsung di depan publik. Hal ini memicu berbagai spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Serangan militer yang terjadi pada 28 Februari disebut menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk ayahnya Ali Khamenei, serta anggota keluarga lainnya.

Sejauh ini, pemerintah Iran juga belum merilis foto terbaru Mojtaba setelah rangkaian serangan tersebut.

Pernyataan Perdana Disampaikan Secara Tertulis

Pernyataan pertama Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran tidak disampaikan secara langsung. Pesan tersebut hanya dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran dalam bentuk pernyataan tertulis.

Dalam pernyataan itu, Mojtaba menyatakan komitmennya untuk tetap menutup jalur strategis Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan negara-negara di kawasan agar menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka jika tidak ingin menjadi target serangan Iran.

Menhan AS Pertanyakan Absennya Video atau Rekaman Suara

Pete Hegseth mempertanyakan mengapa pernyataan Mojtaba hanya disampaikan dalam bentuk tulisan tanpa rekaman video ataupun suara.

Menurutnya, Iran memiliki fasilitas media yang memadai untuk menampilkan pemimpinnya secara langsung kepada publik.

Ia juga menyatakan bahwa kondisi Mojtaba diduga tidak sepenuhnya stabil setelah konflik yang menewaskan ayahnya.

Iran Akui Mojtaba Mengalami Luka

Sementara itu, pihak Iran mengakui bahwa Mojtaba memang mengalami luka akibat konflik yang sedang berlangsung. Namun, seorang pejabat Teheran menyebut luka tersebut tergolong ringan dan tidak menghalangi aktivitasnya sebagai pemimpin negara.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Jepang Peyman Saadat. Ia menegaskan bahwa meski Mojtaba mengalami luka, kondisinya tidak melemahkan kemampuan kepemimpinannya.

Menurut Saadat, Mojtaba tetap menjalankan tugas sebagai pemimpin Iran dan tidak ada gangguan signifikan terhadap fungsinya dalam pemerintahan.

Exit mobile version