Spectrom.co.id – Ratusan warga di Iran melakukan aksi dengan membentuk “perisai manusia” di sekitar fasilitas pembangkit listrik sebagai respons terhadap ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Aksi ini terekam dalam video yang beredar luas, memperlihatkan masyarakat berbaris di depan pembangkit listrik sambil membawa dan mengibarkan bendera nasional Iran.
Pembangkit Listrik Kazerun Jadi Titik Aksi
Lokasi aksi diketahui berada di pembangkit listrik siklus gabungan Kazerun yang terletak di Provinsi Fars, wilayah barat daya Iran, dekat kawasan Teluk Persia. Fasilitas ini merupakan salah satu infrastruktur energi penting yang menggunakan bahan bakar gas alam.
Media lokal yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk respons warga terhadap seruan pejabat pemerintah agar masyarakat turut melindungi objek vital negara.
Konflik Memanas Sejak Serangan Februari 2026
Ketegangan di kawasan meningkat sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026, saat Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran. Sejak saat itu, ribuan korban jiwa dilaporkan berjatuhan.
Iran kemudian melakukan serangan balasan ke sejumlah target milik Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Dampaknya, korban jiwa dan luka-luka juga terjadi di berbagai pihak, termasuk tentara AS dan warga sipil di Israel.
Penutupan Selat Hormuz Picu Dampak Global
Selain aksi militer, Iran juga menutup jalur strategis Selat Hormuz yang merupakan rute utama distribusi minyak dunia. Penutupan ini berdampak signifikan terhadap lonjakan harga energi global dan memicu kekhawatiran internasional.
Presiden Donald Trump kemudian meminta dukungan negara-negara sekutu untuk membuka kembali jalur tersebut. Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons positif dari sejumlah negara mitra.
Ancaman Serangan dan Batas Waktu dari AS
Pemerintah AS memberikan ultimatum kepada Iran untuk segera menyetujui gencatan senjata. Jika tidak, ancaman serangan terhadap infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik, akan dilakukan.
Selain itu, AS juga menuntut Iran menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz. Tenggat waktu yang diberikan jatuh pada Selasa malam waktu AS, atau Rabu dini hari waktu Iran.
Aksi warga yang membentuk perisai manusia ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan lanjutan di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas.










