Spectrom.co.id – Kepergian Adelia Rifani meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, khususnya orang tuanya. Perempuan berusia 26 tahun itu menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Kini, untuk mengobati rasa rindu, keluarga hanya bisa mengenang sosok Adelia melalui kumpulan foto-foto yang sempat ia kirimkan semasa hidup.
Sosok Adelia di Mata Sang Ayah
Anak yang Dekat dan Penuh Cerita
Ayah Adelia, Haerusli, mengenang putrinya sebagai pribadi yang hangat dan dekat dengan keluarga. Ia menceritakan bahwa Adelia sering membagikan momen kesehariannya melalui foto, termasuk saat sedang bersantai atau beraktivitas.
Kebiasaan sederhana itu kini menjadi kenangan berharga yang terus dikenang oleh keluarga.
Rutinitas Antar Jemput yang Kini Tinggal Kenangan
Setiap hari, Haerusli memiliki rutinitas mengantar Adelia ke tempat keberangkatan kerja dari rumah mereka di Cibitung. Perjalanan tersebut menjadi momen kebersamaan yang kini sangat dirindukan.
Ia juga mengenang kebiasaan Adelia yang selalu meminta dijemput setelah memberi kabar terlebih dahulu, sebuah hal kecil yang kini terasa begitu berarti.
Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi
Puluhan Korban Jiwa dan Luka
Insiden kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026) di Bekasi menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Selain Adelia, total 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.
Kenangan yang Tak Pernah Hilang
Meski telah tiada, kenangan tentang Adelia tetap hidup dalam ingatan keluarga. Foto-foto yang dahulu dikirimkan kini menjadi penghubung rasa rindu, sekaligus pengingat akan kebersamaan yang pernah terjalin.










