Spectrom.co.id – Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut terjadi di wilayah Mojokerto, Jawa Timur. Seorang pria bernama Satuan (43), yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon, diduga melakukan tindakan brutal terhadap istri dan mertuanya di rumah kontrakan mereka di Dusun Sumbertempur.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIB di kediaman pasangan tersebut yang telah ditempati selama kurang lebih delapan bulan.
Kronologi Kekerasan yang Terjadi
Istri Jadi Korban Pertama
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, Aldhino Prima Wirdhan, pelaku awalnya menyerang istrinya, Sri Wahyuni (35). Ia melakukan kekerasan dengan membenturkan kepala korban ke lantai kamar.
Tak berhenti di situ, pelaku juga melukai leher istrinya menggunakan pisau dapur hingga menyebabkan luka serius.
Mertua Diserang hingga Tewas
Saat kejadian berlangsung, ibu korban, Siti Arofah (53), datang dari rumahnya yang berada di dekat lokasi. Ia diduga memergoki aksi penganiayaan tersebut.
Namun, kehadirannya justru membuat dirinya menjadi korban berikutnya. Pelaku menyerang Siti dengan menusuk bagian perut beberapa kali serta melukai lehernya menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Istri Dirawat Intensif
Sri Wahyuni ditemukan dalam kondisi kritis di bagian belakang rumah kontrakan. Saat ini, ia tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.
Proses Autopsi Mertua
Sementara itu, jenazah Siti Arofah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Dalami Motif Pelaku
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif di balik tindakan keji tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kekerasan dalam lingkup keluarga yang berujung pada hilangnya nyawa.
Aparat juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan potensi kekerasan dalam rumah tangga agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban jiwa.
