BeritaInternasional

Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat, NASA Ungkap Fakta dan Dampaknya

12
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Spectrom.co.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan sebuah meteor memasuki atmosfer Bumi dan meledak di kawasan timur laut Amerika Serikat pada Sabtu (30/5/2026) waktu setempat. Fenomena tersebut menarik perhatian masyarakat karena menimbulkan suara ledakan yang terdengar hingga ke sejumlah wilayah.

Menurut informasi yang disampaikan NASA, objek tersebut merupakan meteor alami yang pecah di area Massachusetts bagian timur laut dan New Hampshire bagian tenggara sekitar pukul 14.06 waktu setempat.

Meteor tersebut melaju dengan kecepatan lebih dari 120.000 kilometer per jam sebelum akhirnya hancur di atmosfer pada ketinggian sekitar 64 kilometer di atas permukaan Bumi.

Fenomena Ini Bukan Bagian dari Hujan Meteor

NASA menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak memiliki hubungan dengan hujan meteor yang sedang aktif terjadi saat ini.

Pihak badan antariksa menjelaskan bahwa objek yang terlihat sebagai bola api tersebut merupakan batuan luar angkasa alami yang memasuki atmosfer, bukan puing satelit maupun sisa wahana antariksa yang kembali ke Bumi.

Penjelasan ini diberikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang muncul setelah ledakan keras terdengar oleh warga di sejumlah wilayah timur laut Amerika Serikat.

Ledakan Meteor Diperkirakan Setara Ratusan Ton TNT

Saat meteor pecah di atmosfer, energi yang dilepaskan menghasilkan ledakan yang cukup besar. NASA memperkirakan daya ledak yang tercipta setara dengan sekitar 300 ton bahan peledak TNT.

Besarnya energi yang dilepaskan menjadi alasan mengapa suara dentuman terdengar sangat jelas dan mengejutkan banyak warga di sekitar lokasi kejadian.

Getaran Ledakan Dirasakan Warga Setempat

Sejumlah penduduk melaporkan mendengar suara ledakan keras yang muncul secara tiba-tiba. Bahkan, beberapa warga mengaku merasakan getaran yang membuat bangunan tempat tinggal mereka bergetar sesaat.

Laporan serupa juga ramai dibagikan melalui media sosial, di mana banyak pengguna menceritakan pengalaman mereka saat mendengar suara misterius tersebut sebelum mengetahui penyebabnya berasal dari meteor yang meledak di atmosfer.

Peristiwa Ini Mengingatkan pada Meteor Chelyabinsk di Rusia

Fenomena meteor yang meledak di udara bukanlah kejadian pertama yang pernah terjadi di dunia. Salah satu peristiwa paling terkenal terjadi di Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013.

Saat itu, sebuah batuan luar angkasa berukuran besar memasuki atmosfer dan meledak pada ketinggian sekitar 23 kilometer di atas permukaan Bumi.

Meteor Chelyabinsk Menyebabkan Ribuan Korban Luka

Ledakan meteor di Rusia tersebut menghasilkan energi yang jauh lebih besar dibandingkan insiden terbaru di Amerika Serikat. NASA mencatat daya ledaknya mencapai sekitar 440.000 ton TNT.

Akibat ledakan itu, ribuan kaca bangunan pecah dan lebih dari 1.600 orang mengalami luka-luka, sebagian besar karena terkena serpihan kaca yang beterbangan.

Meski meteor yang meledak di wilayah Amerika Serikat kali ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa objek luar angkasa yang memasuki atmosfer tetap dapat menghasilkan dampak signifikan meskipun hancur sebelum mencapai permukaan Bumi.

Exit mobile version