Spectrom.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik peredaran narkotika di wilayah Jakarta Timur. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan metode “tempel” dengan memanfaatkan stiker jasa sedot WC sebagai tanda untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang haram tersebut.
Pengungkapan Berawal dari Informasi Transaksi Narkoba di Cipayung
Kasus ini berhasil diungkap oleh Unit 1 Subdirektorat 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada awal Juni 2026. Polisi menerima informasi mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika yang akan berlangsung di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan pengamatan terhadap lokasi yang dicurigai menjadi pusat aktivitas jaringan narkoba.
Polisi Gerebek Kontrakan yang Diduga Jadi Tempat Operasi
Setelah melakukan pemantauan intensif, aparat berhasil mengidentifikasi target yang berada di sekitar sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipayung. Tim kemudian melakukan penggerebekan dan pemeriksaan terhadap lokasi tersebut.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Ratusan Gram Sabu dan Tembakau Sintetis Disita
Dalam operasi tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti, termasuk sabu siap edar dengan total berat lebih dari 100 gram. Selain itu, ditemukan pula tembakau sintetis, cairan bibit sintetis, timbangan digital, telepon genggam, serta plastik klip yang diduga digunakan untuk proses pengemasan.
Barang bukti tersebut diduga menjadi bagian dari aktivitas distribusi narkotika yang telah berjalan dalam jaringan tertentu.
Sistem Tempel Digunakan untuk Mengelabui Aparat
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa para pelaku menerapkan metode “tempel” dalam mendistribusikan narkoba. Dengan cara ini, barang haram tidak diserahkan langsung kepada pembeli, melainkan disimpan di titik tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk memudahkan identifikasi lokasi penyimpanan, pelaku menggunakan stiker jasa sedot WC yang ditempel pada tiang listrik maupun pohon di sepanjang jalan kawasan Cipayung.
Stiker Sedot WC Jadi Kode Lokasi Penyimpanan Narkoba
Keberadaan stiker tersebut berfungsi sebagai penanda rahasia bagi anggota jaringan untuk mengetahui titik penyimpanan narkotika. Modus ini diduga digunakan untuk mengurangi risiko pertemuan langsung antara penjual dan pembeli sekaligus menghindari pengawasan aparat.
Meski demikian, strategi tersebut akhirnya berhasil dibongkar oleh tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melalui penyelidikan yang dilakukan secara mendalam.
Polisi Kembangkan Kasus untuk Bongkar Jaringan Lebih Besar
Saat ini, tersangka yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Penyidik terus menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain serta jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.
Polisi menegaskan akan terus melakukan pengembangan kasus guna memutus rantai distribusi narkotika dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.










