Spectrom.co.id – Mojtaba Khamenei dipastikan tidak akan menghadiri prosesi pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman keamanan yang masih membayangi para petinggi Iran.
Ketegangan antara Iran dan Israel yang belum mereda disebut menjadi faktor utama di balik absennya putra pemimpin tertinggi Iran tersebut dari upacara pemakaman.
Ancaman Keamanan Membuat Mojtaba Khamenei Tidak Hadir
Perwakilan Mojtaba Khamenei, Ayatollah Hakim Elahi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan situasi keamanan yang dinilai masih berisiko.
Menurut keterangannya, ancaman yang terus dilontarkan Israel terhadap tokoh-tokoh penting Iran membuat kehadiran Mojtaba dalam acara publik berskala besar dinilai tidak memungkinkan.
Pernyataan Israel Picu Kekhawatiran
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sempat menyampaikan pernyataan yang menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai target pembunuhan.
Pernyataan itu memicu respons keras dari pemerintah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap ancaman baru terhadap para pemimpin negara akan dibalas dengan tindakan yang tegas.
Pemakaman Ali Khamenei Digelar pada 9 Juli 2026
Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli 2026 setelah rangkaian prosesi penghormatan yang berlangsung selama beberapa hari.
Prosesi Dimulai di Teheran dan Berlanjut ke Qom
Rangkaian acara penghormatan akan dimulai di ibu kota Teheran pada 4 Juli 2026 sebelum dilanjutkan ke kota suci Qom pada 7 Juli 2026.
Puncak prosesi akan berlangsung pada 9 Juli ketika jenazah Ali Khamenei dimakamkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah Iran.
Pemakaman Sempat Ditunda Akibat Konflik Bersenjata
Awalnya, pemakaman Ayatollah Ali Khamenei direncanakan berlangsung pada Maret 2026. Namun, agenda tersebut harus ditunda karena situasi perang yang terjadi di Iran.
Ali Khamenei Tewas di Awal Konflik
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada 28 Februari 2026 dalam serangan yang disebut melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Israel pada fase awal konflik bersenjata melawan Iran.
Sejak saat itu, kondisi keamanan di Iran terus menjadi perhatian, termasuk dalam penyelenggaraan prosesi pemakaman pemimpin tertinggi negara tersebut. Pemerintah Iran pun menerapkan pengamanan ketat selama seluruh rangkaian acara berlangsung.










